
Baru- baru ini Swisscontact Alor dari tanggal 21 s/d 23 November 2007 memfasilitasi Pelatihan Pengelolaan Usaha dan Keuangan bagi para pelopor rumput laut (Lead Farmers) di daerah Alor.
Swisscontact telah memulai kegiatan pembinaan rumput laut sejak 2006, dan pada Agustus 2007 memulai kegiatan ini secara formal. Kehadiran Swisscontact di Alor pada awalnya dalam rangka pemberian bantuan pasca gempa tahun 2004. Lalu, oleh inisiatif Ibu Anne Lechat, berkembang kegiatannya ke arah peningkatan taraf hidup dengan budidaya rumput laut sebagai alternatif sumber penghidupan.
Pelatihan itu dilaksanakan oleh SEAPlant Network, dan merupakan kali yang ke dua SEAPlant diundang oleh Swisscontact. SEAPlant mengirimkan Ibu Dina Saragih dan Irsan Yanuar yang disambut antusias oleh peserta. Materi pelatihan adalah seputar pengelolaan kelompok, cara- cara berorganisasi, bagaimana memperkuat kelompok, berdiskusi dan memecahkan masalah. Pengelolaan keuangan dibahas secara mendetail, dan dibahas bagaimana pentingnya pencatatan keuangan dalam suatu bisnis, cara- cara pencatatan dan bagaimana mengendalikan keuangan. Tidak ketinggalan dilatihkan jurus- jurus pemasaran untuk meningkatkan penasukan.
Tak kalah pentingnya, dalam pelatihan ini terdapat permainan- permainan yang menstimulasi kerja kelompok, kreativitas dan pengelolaan proyek.
Peserta pelatihan adalah delapan motivator Swisscontact dari berbagai daerah di Alor seperti Pantar Barat, Pantar Timur, Pulau Lapang, Kalabahi, Pantai Deang, dll. Ditambah staf Swisscontact Alor, Emmy dan Marlon. Para motivator tersebut merupakan pelopor di daerahnya masing- masing dalam hal budidaya rumput laut cottonii.
Kini para pelopor tersebut sudah mempraktekkan apa yang didapat dari pelatihan. Sebulan sekali mereka berkumpul dan membahas catatan keuangan mereka, serta perkembangan kelompok masing- masing.
Melalui tulisan ini, pembaca Jasuda diundang oleh para motivator Swisscontact untuk ikut serta mengembangkan rumput laut di Alor. Terutama oleh Pak Munci dari Pulau Lapang, sebab Pulau Lapang memiliki luas 300 Ha karang yang sangat cocok untuk budidaya rumput laut.