Untitled Document
Senin , 04 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Musim Yang Kurang Bersahabat
Senin, 03 Dec 2007 - Sumber: Saipul (REDC Sul-sel) - Terbaca 5436 x - Baca: 04 May 2026
 
Musim hujan yang tak kunjung datang membuat tingkat kadar garam air laut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini yang membuat para petani rumput laut menjadi resah karena tanaman mereka tidak bisa tumbuh dengan baik seperti pada bulan-bulan sebelumnya dimana suplai air tawar cukup yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kadar garam di lautan tidak terlalu tinggi. Padahal hampir disemua kawasan pesisir, rumput laut sampai saat ini sudah menjadi mata pencaharian utama demi memenuhi kebutuhan sehari-hari baik sandang maupun pangan.



Dilain sisi harga rumput laut menunjukkan terjadi kenaikan harga dari bulan ke bulan namun sayangnya tidak bisa dinikmati oleh sebagian para petani rumput laut. Meskipun mereka sudah berusaha menanam rumput laut sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki namun kondisi alam yang kurang bersahabat membuat mereka tidak bisa berbuat banyak untuk membuat rumput laut mereka dapat tumbuh dengan baik.



Rumput laut jenis cottonii tidak bisa bertahan tumbuh dengan baik di saat kadar garam yang tinggi dan juga kurangnya pergerakan air sehingga supali oksigen juga berkurang. Pada kondisi kritis seperti ini akan memicu jaringan pada tallus rumput bisa rusak sehingga muncul gejala ice ice. Namun untuk tetap bisa bertahan dan bekerja, mereka memilih untuk tetap menanam rumput laut jenis Spinosum yang relativ lebih tahan terhadap perubahan iklim yang lebih eksrim



Meskipun sampai saat ini harga spinosum di tingkat petani masih berkisar 1000/kg dan belum menunjukkan adanya perubahan harga yang menggembirakan buat petani yang menanam spinosum. Di para petani rumput laut ini lebih dikenah dengan sebutan sp atau pemburu. Pemburu mereka identikkan karena pertumbuhan rumput laut ini lebih cepat dari jenis cottonii sedangkan sp mereka singkat saja dari dua huruf dari kata spinosum dan bukan dari nama latinnya (Spinosum sp) .



Beradasarkan pengalaman sebelumnya spinosum pernah mencapai harga 2000/kg di tingkat petani dan itu terjadi pada saat menjelang pergantian tahun baru masehi dan tahun baru imlek. Pada dasarnya bulannya itu cocok dengan pola pertumbuhan spinosum. Keadaan ini juga sudah dipahami oleh para petani sehingga meskipun sampai saat ini harganya belum menunjukkan kabar baik namun mereka juga tetap optimis menanam spinosum dengan penuh harap akan ada perubahan harga disaat-saat menuju akhir sampai tahun baru.



Meskipun spinosum harganya kurang begitu baik namun disebagain tempat seperti di papanloe, bantaeng tidak mempunyai alternative pendapatan lain. sebagaimana yang dipaparkan oleh Dg Lili, anggota kelompok tani rumput laut Sumber Laut, Papanloe, bahwa untuk menanam spinosum modal yang dibuthkan sama dengan menanam cottonii sedangkan harganya lima kali lebih murah dibandingkan cottonii. Jika beruntung dengan memanen 100 bentang (25 m) bisa mencapai 1 ton. jika harganya 1000 ditingkat petani maka mendapatkan penghasilan kotor 1 juta. 100 bentang kurang kebih membutuhkan modal 500 ribu tanpa membeli bibit sehingga keuntungan yang di dapat selama kurang lebih 45 Hari adalah 500 ribu.



Meskpin cottonii tidak menunjukkan pertumbuhan yang baik namun masih terdapat sedikit tempat yang masih bisa tumbuh meskipun tidak sebagus bulan bulan sebelumnya seperti di Cappagusung, Bulukumba, Borkal, Bantaeng. Ditempat ini terdpat aliran sungai yang menjadi pensuplai air tawar sehingga kadar garam air laut relative lebih stabil di musim-musim kering. Selain itu juga, masih terdapat beberapa petani yang tetap menanam cottonii meskipun pertumbuhannya sangat minim. Sebagaimana yang dilakukan oleh Dg Lewa, anggota kelompok tani rumput laut Sinar Rezeki, Bonto Ujung, yang dulunya menanam spinosum dan kemudin hanya menanam cottonii saja dan tidak mau lagi menanam spinsum tetap menanam cottonii. Salah satu alas an yang disampaikan adalah untuk tetap mempertahankan bibit sampai pada musim hujan datang.



Satu hal yang sangat petinng dan perlu juga dipahami oleh para petani adalah tidak mencapurkan antara spinosum dan cottonii pada saat menjemurnya karena kalau tidak para pengumpul akan mendapatkan masalah yang besar mereka menjual cottonii yang sampai ada tercampur spinsoum meskipun sebatang. Sudah terjadi pengalaman bagia bagi beberapa pengumpul yang menjual langsung ke makassar yang rumput lautnya tercampur dengan spinsoum.

 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 63 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 72 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 99 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 113 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 123 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 144 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 161 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 103 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 122 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 153 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 157 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 254 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 237 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 242 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,894 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin