
Para petani rumput laut sulawesi selatan sangat senang dengan diadakannya pelatihan Manajemen ekonomi rumah tangga dan manajemen keuangan dasar baru-baru ini di Diklat Hotel Celebes, makassar. Pelatihan ini diadakan pada tanggal 6 sampai tanggal 14 juni 2005. di ikuti oleh 93 peserta yang berasal dari 4 kabupaten yaitu Takalar, Bantaeng, Jeneponto dan Bulukumba. Mereka di latih khusus oleh Tim Microfinance IFC PENSA Surabaya, yang khusus menangani akses terhadap keuangan bekerja sama dengan IFC Pensa Makassar. Para pelatihnya adalah ibu Grace Retnowati, Nyoman Yogi, Rudi Prasetyo dan Aswad Bandie, sedangkan untuk persentase rumput laut di sampaikan oleh Ibu Dina Saragih.
Pelatihan ini diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta, beberapa peserta mengatakan “ baru kali ini saya mengikuti pelatihan semacam ini, sangat bermanfaat”. Mereka diajarkan bagaimana cara menghitung arus kas, laba rugi, dan neraca dimana materi pelajaran ini sangat berguna bagi rencana bisnis rumput laut mereka.
Salah seorang petani dari bantaeng mengatakan bahwa pelatihan ini membuka pola pikir mereka tentang bagaimana menjalankan usaha dan berharap agar setelah selesai mengikuti kegiatan ini mereka dapat mem follow up nya di dalam aktifitas rumah tangga mereka.
Selain dari petani, peserta pelatihan diikuti juga oleh pengurus dan anggota koperasi dari Primkopin dan LEPPM3-Turatea.
Selain mengikuti training mereka juga saling berinteraksi satu sama lain, berdiskusi tentang kondisi rumput laut di daerah masing-masing. Siapa tahu ada solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah rumput laut mereka.
Banyak petani mengharapkan agar pelatihan ini di tambah waktunya sehingga mereka dapat memahaminya dengan baik. Tapi sebagian merasa cukup dan menginginkan untuk pelatihan selanjutnya yang lebih tinggi lagi. Disamping itu mereka mengharapkan adanya bapak angkat yang bisa membantu mereka dalam penjualan rumput laut.
Dalam pelaksanaan pelatihan banyak juga yang menanyakan tentang dana, bagaimana cara mendapatkan bantuan dari donor, bahkan ada juga yang minta dana ke IFC Pensa, wah bisa berabe nih. Untungnya di jelaskan oleh panitia bahwa IFC Pensa berusaha memfasilitasi untuk itu namun untuk memberikan dana secara langsung tidak.
Kegiatan pelatihan berjalan dengan serius tapi santai, karena dalam beberapa sesi pelatihan diisi dengan permainan-permainan yang sangat menghibur seperti samson & delila, boom, dan lain-lain. Permainan ini cukup meregangkan urat saraf sehingga pelatihan tidak berlangsung monoton dan semua peserta dengan santainya menerima pelajaran mereka.
Masing-masing sesi mempunyai keunikan, peserta dari takalar paling bersemangat mengikuti kegiatan, Peserta Jeneponto paling aktif dalam berdiskusi, dari bantaeng merupakan gabungan diantara keduanya, serta para peserta dari Bulukumba yang terserius dan tercepat selesai seluruh tugas-tugasnya. Benar ya..semua unik dan punya kelebihan. Semoga kita bisa bertemu pada pelatihan berikutnya.