The trouble with change in human affairs is that it is so hard to pin down. It happens all the time. But while it happens it eludes our grasp, and once we feel able to come to grips with in, it has become past history (Ralf Dahrendorf).
Tetapi berubah bukanlah suatu hal mudah. untuk bergerak manusia harus diajak melihat dan mempercayai bahwa sesuatu telah berubah. Karena sehari-hari manusia pada dasarnya untuk menikmati perubahan manusia harus melompat dari satu kurva ke kurva yang lain. Pada saat itulah manusia akan berpindah dari zona kenyamanan
(comfort zone) ke zona ketidaknyamanan
(discomfort zone). Ini berarti manusia harus berperang melawan naluri-nalurinya, melawan sejarah hidupnya. Yang, kalau tak kuasa, seperi kata pepatah, benda yang tak lentur mudah patah. sebagian orang yang memilih membiarkan diri dan keadaannya menjadi nyaman atau mempunyai sifat
camper, merasa nyaman dan senang dengan keadaannya saat ini, dan tidak berusaha untuk menjadi orang yang
climber yang berani meninggalkan
comport zone menuju satu perubahan yang lebih menantang demi mendapatkan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya maka dia akan berpindah ke
discomfort zone.
Setelah sekian bulan berkenalan dengan masyarakat pesisir terutama para petani rumput laut dan berbagi cerita mengenai perubahan yang diawali dengan merubah sudut pandang mereka tentang mengelolah usaha rumput laut mereka ke yang lebih baik dari sebelumnya. Kalau selama ini mereka sudah berpengalaman dengan menggunakan metode yang mereka telah pahami selama sekian lama dan
proven bahwa usahanya dapat berlangsung dengan baik sesuai yang mereka harapkan. Bahkan di sisi lain mereka sangat bangga dengan hasil yang mereka dapatkan. Hasil panen yang melimpah dan pemasaran yang tiada kendala membuat semangat mereka semakin berkobar. Meskipun terdapat juga kendala bagi petani yang kurang memperharikan mutu.
Dalam setiap pertemuan antara sesama petani, cerita yang paling mudah kita dapatkan adalah petani-petani yang sukses panen besar dengan penjualan paling banyak. Keadaa ini sepertinya telah menjadi cerita rakyat sekaligus menjadikan pengobar semangat untuk tetap berusaha lebih giat lagi untuk mendapatkan hasil yang sama atau bahkan lebih dari mereka-mereka yang sudah mendapatkan kesuksesan lebih duluan. Keadaan ini hampir akan kita dapatkan di semua desa-desa yang menjadi sentra pengembangan rumput laut meskipun ukuran keberhasilannya akan berbeda-beda seusuai dengan kadar usaha mereka masing-masing.
Setiap orang akan merasa sangat bangga akan capaian yang mereka dapatkan dalam usaha yang dilakoninya. Kebanggaan itu tidak salah malah menjadi hal yang positif untuk mendajikan spirit of change dalan setiap usaha ke depan. Petani yang satu akan bercerita dengan keberhasilan yang mereka telah dapatkan dengan menggunakan metode sendiri sementara yang lain juga saling menambah dan menimpali cerita-cerita sesama mereka. Kegembiraan nitu begitu semarak sehingga bisa menjadi bahan pelajaran buat para petani yang lain dalam melakukan usahanya. Meskipun juga tak jarang yang tidak se sukses mereka yang disebabkan oleh banyak faktor dan terutama adalah kurangnya spirit of change dalam kehidupannya.
Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything. George Bernard Shaw.
Kesuksesan yang dialami oleh para petani diatas akan bisa berubah lebih dari apa yang mereka dapatkan jika mereka berani untuk mecoba hal yang baru dengan tambahan inovasi yang menjadi pengakselerasi kesuksesan mereka. Kalau dengan sebelumnya mereka menggunakan metode tanam dengan jarak dan bibit ukuran kecil serta penanganan pasca panen yang kurang disukai oleh pembeli maka jika mereka dapat melakukan dengan lebih baik maka tentunya seharuskan akan mendapatkan nilai tambah dari yang sebelumnya.
Meskipun harus disadari bahwa mereka pada dasarnya sudah mengejawantahkan model mereka sendiri dan juga bisa sukses dengan hasil yang banyak pula namun kalau ditambah dengan cara lebih baik harusnya terdapat peningkatan. dengan model yang lebih baik meskipun hal ini sedikit asing buat mereka tentunya tidaknya mudah untuk dapat diadopsi begitu saja. Para Sosiolog seperti Soejono Soekanto juga mengatakan bahwa untuk sampai satu masyarakat bisa melaksanakan tekhnologi baru maka melalui 5 tahap yang untuk bisa sampai pada tahap ke lima yaitu adopsi tekhnologi tersebut. dengan model Tender Loving and Care (TLC) yang baru akan membutuhkan waktu yang sedikit lama dan tentunya ini sangat tergantung dari kemampuan untuk merubah dari orang sifatnya
camper menjadi yang berjiwa
climber.
Perubahan itu bisa datang dari berbagai macam dan versi karena perubahan yang paling sulit adalah melawan gejolak yang ada dalam jiwa setiap orang dibandingkan dengan perubahan yang dirangsang dari factor eksternal. Kebanyakan orang sangat lihai dalam melihat kekurangan dan memberikan solusi pada seorang teman dekatnya untuk menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya namun tidak semudah merubah tentang apa yang kurang yang ada pada dirinya. Pepatah mengatakan seekor kura-kura yang berjalan dibalik gunung dapat terlihat dengan jelas namun gunung dipelupuk mata tak terlihat. Mengawali perubahan dalam diri sendiri akan menghadapi gejolak dari dalam dan luar. dari dalam bisa karena tidak mau keluar dari
comport zone yang bukan menjadi kebiasaanya sejak lama ataukan tidak nyaman dengan hal yang baru dan dari factor eksternal adalah komentator-komentator yang datang terkadang tidak sesuai yang kita harapkan sehingga ini bisa menjadi semangat berkurang lagi. Kata
John Henry, To live is to change, and to be perfect is to change often. Itulah sebabnya perubahan itu pada awalnya tidaklah menyenangkan dan selalu diawali denga pengorbanan. Kata orang bijak bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Meskipun perubahan itu juga kebanyakan berlangsung secara alamiah yang terkadang krang disadari oleh stiap orang. Namun suatu perubahan yang terencana akan memberikan dampak yang lebih hebat dibandingkan dengan yang alamiah saja.
Kearifan Lokal
Setiap orang yang ingin berubah mengharapkan suatu keadaan pada dirinya hal yang lebih baik dari sebelumnya dan tentunya juga lebih baik dari orang-orang yang enggan melakukan perubahan. Untuk memulai suatu perubahan tentunya akan diawali oleh satu ide-ide atau teori yang dapat memicu peruahan tersebut. Hal ini juga yang terjadi pada para petani rumput laut yang pada dasarnya ada yang sudah lama sekali melakukan aktifitasnya sebagai petani rumput laut dan tentunya juga ada yang masih baru, namun perubahan itu bukan ditentunkan kepada petani siapa yang sudah lebih dahulu melakukan kegiatan budidaya rumput laut, namun kepada siapa saja yang lebih cepat mau melakukan perubahan sehingga bukanlah suatu keharusan bahwa petaninyang lebih lama melakukan budidaya harus lebih sukses dibandingkan dengan yang baru melakukannya.
Contohnya saja para petani yang ada Dusun Ongkoa, Takalar yang jauh lebih dahulu melakukan usaha budidaya rumput laut dibandingkan dengan para petani di Tambung Cina, Bulukumba dan Bonot Ujung, Jeneponto. Meskipun kesemua tempat tersebut telah diberikan inforamsi mengenai perubahan dan dampak positif yang bisa mereka dapatkan dan bahkan prediski-prediksi di masa yang akan datang namun lamban atau malas melakukan perubahan maka tentunya akan jauh tertinggal dibandingkan dengan para petani di Tambung cina atau di Bonto ujung yang lebih cepat menjemput perubahan itu sehingga mereka jauh lebih berhasil dibandingkan mereka.
“Kebanyakan sikap kita terhadap perubahan lebih ditentukan oleh, “Apakah saya yang memeloporinya” atau “Orang lain yang memeloporinya”. John C. Maxwell
Meskipun tidak semua orang yang diberi informasi tentang manfaat perubahan dengan cepat melakukannya karena boleh jadi perubahan itu terlebih dahulu dilakukan oleh orang perorang kemudian di ikuti oleh orang-orang yang ada disekitarnya. demikian juga yang terjadi di para petani rumput laut di Bonto Ujung, setelah sekian lama Dg Lewa melakukan penjemuran gantung baru di ikuti oleh beberapa petani yang ada disekitarnya. mungkinkan kearifan yang ada pada diri seseorang untuk menyambut perubahan itu dapat tertularkan kepada orang lain setelah manfaat itu sangat jelas di hadapan mata antara memilih untuk bertahan dengan cara lama atau menyambut perubahan yang bisa membawa manfaat yang lebih menguntungkan.
Misteri terbesar dari sebuah karya perubahan adalah kelompom yang disebut sebagai
“establishment” ini adalah sebutan bagi kelompok “mapan” yang sudah cukup lama menikmati manfaat dan keadaan sekarang. karena sudah cukup lama menikmati, mereka memiliki banyak informasi bahkan cerita-cerita mengenai manfaat dari perubahan itu dan bisa saja akan terus melakukan improvisasi untuk terus melakukan upaya perubahan di masa mendatang. hasil perubahan itu bisa menjadi
“resources” yang bisa dibagi-bagikan kepada setiap mereka yang belum melakukan atau berkeinginan mencobanya.