Rabu, 19 Sep 2007 - Sumber: Modul TOT untuk Fasilitator - Terbaca 5426 x - Baca: 04 May 2026
Dalam pendekatan ini dikemukakan beberapa strategis, keahlian dan teknik yang dibutuhkan, yaitu:
Organisasi
Suatu kegiatan belajar harus terorganisasi dengan baik dimana fasilitator menentukan dengan jelas tugas-tugas dan peran tiap orang dalam kelompok serta kontribusi aktifitas kelompok pada pembelajaran.
Menghargai individu dalam kelompok
Penilaian kontribusi individu pada kelompok lebih baik daripada memberi nilai pada kelompok. Berhubungan dengan pembelajar sebagai manusia bukan hanya sebagai satu mur dalam sebuah mesin.
Fokus pada tujuan, bukan pada cara
Tugas dirancang agar pembelajar dapat mempelajari sesuatu bukan melakukan sesuatu. Jika suatu kelompok diharapkan mempelajari satu ketrampilan atau kompetensi dan akan diuji secara individual atau dievaluasi maka pembelajar akan bekerja sama dan saling mengajar satu dengan yang lain.
Buat menjadi relevant
Pastikan bahwa pembelajar mempersepsikan tugas dalam hubungannya dengan tujuan pembelajaran bukan dianggap tugas yang menyusahkan atau membuat mereka menghindarinya. Melakukan latihan akan membantu pembelajar mengelaborasi ketrampilan baru dan rubahlah materi menjadi informasi yang dipahami hampir semua peserta melalui “kata-kata” mereka sendiri dan bukan “kata-kata” fasilitator.
Bentuk kelompok dengan baik
Sebaiknya kelompok ditentukan oleh fasilitator karena bila pembelajar yang menentukan maka mereka cenderung membentuk kelompok yang homogen. Padahal dalam kelompok yang heterogen dalam prestasi, gender maupun ras pembelajar akan belajar banyak mengenai beragam kebudayaan dan latar belakang etnis yang berpengaruh pada belajar.
Optimalkan ukuran kelompok
Pada umumnya kelompok yang terdiri dari 3 sampai 5 orang adalah baik, yang paling ideal adalah 4 orang. Bila jumlah kelompok lebih sedikit maka perbedaan menjadi sedikit atau diversivitas kelompok rendah sehingga peserta tidak dapat belajar mempraktekkan cara mengatasi perbedaan pandangan dengan orang lain.
Sesuaikan metode pembelajaran
Metode pengajaran dengan memberi pekerjaan rumah atau handouts dan membaca memang perlu dalam kegiatan belajar namun untuk membuat materi yang diajarkan menetap lebih lama dan dipelajari lebih banyak oleh pembelajar ternyata lebih baik dengan menggunakan metode diskusi.
Persiapkan ketrampilan sosial yang dibutuhkan
Mendengar aktif dan saling menolong dalam menguasai materi harus dirancang dalam silabus materi dan mungkin perlu dirancang dan didorong dalam ruang training. Tidak mungkin peserta ajar dapat menampilkan ketrampilan yang dipelajari tanpa membangun struktur yang mendukung perilaku tersebut. Jadi kerjasama dan kolaborasi dibangun dengan sengaja dalam kelompok untuk memfasilitasi proses belajar peserta.