
Kerumunan petani rumput laut dalam suatu pertemuan di Kelurahan Pabiringan pada minggu pertama juni 2005 yang difasilitasi oleh Ivan Firdaus menyepakati penempatan Terminal JaSuDa di rumah St. Nasrah. Dengan berbagai pertimbangan seperti keluarga St Nasrah masih merupakan tetua yang disegani di kelurahan tersebut.
Selain hal tersebut, memang untuk pemasangan Terminal JaSuDa ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi, seperti (1) Daya listrik minimal 900 watt agar komputer sebagai terminal dapat beroperasi, (2) ketersediaan jaringan telepon, agar terminal dapat melakukan online, dan hal yang tidak bisa diabaikan juga adalah (3) kebersediaan pemilik rumah untuk mengelola dan menjaga komputer tersebut.
Ketiga hal tersebut sudah terpenuhi, dan pada tanggal 22 Juni 2005, Tim SeaplantNet yang terdiri dari Irsyadi dan Erwin membawa seperangkat komputer ke lokasi untuk pemasangan terminal JaSuDa. Sekitar 20-an petani rumput laut dan 3 crop logger berkumpul dan menyaksikan peluncuran terminal JaSuDa yang keempat.
Baso Nur menanyakan apa yang dapat dimanfaatkan dari terminal JaSuDa tersebut. Tim Seaplannet menjelaskan bahwa terminal JaSuDa ini adalah akses informasi buat petani. Petani rumput laut bisa mendapatkan beragam informasi baik mengenai rumput laut ataupun dapat berbagi informasi dengan petani yang lain di tempat lain.
Terminal JaSuDa dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai produksi, harga, kondisi, perdagangan, dan harga ditingkat pembeli di daerah yang sudah terpasang terminal JaSuDa. Hal ini dapat dilihat melalui website JaSuDa.net. Selain itu mengobrol dengan petani atau crop logger lain dapat dilakukan real time melalui program chatting, serta berbagi cerita atau mengabarkan informasi menggunakan surat elektronik melalui outlook.
Petani yang aktif mengelola rumput laut di Jeneponto berkisar 6.225 KK, yang dicover oleh 4 crop logger. Ke empat crop logger ini sudah beritikad untuk memfasilitasi petani mengunjungi Terminal JaSuDa.