
Petani rumput laut di Teluk Ekas, Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur menggudangkan hasil panennya, sembari menunggu harga jual yang lebih baik. Saat ini harga jual rumput laut kering Rp18.000 perkilo untuk jenis kotoni. Harga ini diyakini masih memungkinkan naik.
“Kita simpan dulu, belum dijual. Sambil nunggu harga bagus,” ujar Abdul Tilah, Ketua Kelompok Tani Rumput Laut. Produksi rumput laut saat ini tengah bagus-bagusnya. Bibit 6 Kg, menurutnya bisa berkembang menjadi hingga 70 Kg. membaiknya produksi ini terjadi dalam 8 bulan terakhir, didukung oleh tetap adanya gelombang, angin, serta suhu air laut yang relatif dingin.
Menurut Tilah, di kelompoknya ada 80 petani rumput laut yang tergabung. Luas budidaya perorangan ada yang memiliki areal 100 meter persegi. Ada yang lebih, ada juga yang kurang dari jumlah itu. Total sekali produksi bisa menghasilkan ratusan ton produksi perbulan, khusus di kelompoknya.
Hasil produksi rumput laut ini, lanjut Tilah, biasanya dikirim/dijual ke luar daerah secara gelondongan. Salah satunya ke Bali. Dibeli langsung oleh perusahaan ke petani rumput laut di Ekas Buana. “Tapi sementara ini kita jemur-jemur dulu. Kemarin saya rugi sampai tujuh puluhan juta perbulan. Kita ndak mau rugi terus,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Zainuddin menegaskan, Teluk Ekas Buana adalah salah satu kawasan budidaya komoditas kelautan perikanan. Salah satunya rumput laut. Hasil produksi rumput laut ini 90 persen dikirim ke luar dalam bentuk gelondongan. Kedepannya, diharapkan ada penanganan pasca panen dan pengolahan semi intensif.
“Sehingga kita menjual rumput laut tidak lagi dalam bentuk mentahan. Tapi sudah menjadi produk olahan awal. Sehingga kalau dijual, dari tadinya Rp20.000 perkilo, bisa naik menjadi Rp50.000 atau Rp60.000 perkilo,” ujarnya. Apalagi rumput laut yang sudah diekpor ke China, kemudian dikirim balik ke Indonesia dalam bentuk karagenan, harganya sudah mencapai Rp250.000 perkilo.
Karagenan merupakan produk olahan rumput laut merah Indonesia yang mengandung natrium, magnesium, dan kalsium yang dapat terikat pada gugus ester sulfat dari galaktosa dan kopolimer 3,6-anhydro-galaktosa. Karagenan banyak digunakan pada sediaan makanan, farmasi dan kosmetik sebagai bahan pembuat gel, pengental atau penstabil.
Karagenan dapat diekstraksi dari protein dan lignin rumput laut dan dapat digunakan dalam industri pangan karena karakteristiknya yang dapat berbentuk gel, bersifat mengentalkan, dan menstabilkan material utamanya. “Disini harganya masih Rp20.000 perkilo. Masih jauh kalau dikirim dalam bentuk setengah jadi. Kedepan diupayakan kita mengirim tidak lagi gelondongan,” demikian Zainuddin.