
Serangan ice-ice merupakan penyakit yang banyak menyerang rumput laut. Rumput laut yang terkena ice-ice ditandai dengan timbulnya bintik atau bercak pada sebagian thallus yang lama kelamaan akan berwarna kuning pucat yang kemudian menjadi putih dan akan hancur. Serangan ice-ice ini menyerang bagian pangkal, batang, dan ujung thallus muda yang menyebabkan jaringan berwarna putih.
Biasanya, serangan ice-ice ini disebabkan karena suhu yang tinggi. Team Jasuda menemukan ice-ice terjadi di lokasi budidaya Aeng Batu-Batu, Galesong Utara. Thallus Cottonii putih-putih di bagian ujung dan tumpul.
Dilansir dari berbagai referensi, beberapa variabel pemicu timbulnya serangan penyakit ice-ice telah dikemukakan seperti, 1) Fluktuasi suhu dan salinitas, 2) Penggunaan bibit yang tidak berkualitas, 3) Serangan bakteri patogen, 4) Perubahan musim yang ekstrim, 5) Infeksi primer biota herbivora, 6) Penempelan lumut, 7) Kekurangan (shortage) nutrien pada lingkungan perairan laut, dan sebagainya.
Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada rumput laut. Jika hal ini terus dibiarkan akan menyebabkan kerugian besar pada petani rumput laut.
Munculnya penyakit seperti ini, biasanya saat terjadi perubahan iklim dari musim panas berkepanjangan hingga datangnya musim hujan yang mengakibatkan rumput laut menjadi sulit untuk berkembang.
Di samping itu, masyarakat belum mengerti bagaimana cara berbudidaya rumput laut yang beradaptasi dengan perubahan iklim.
Ke depan, diharapkan instansi terkait dan Penyuluh Perikanan sekitar dapat memberikan solusi yang terbaik untuk mengatasi ice-ice yang menjadi masalah utama budidaya rumput laut.
Kerjasama multipihak juga diharapkan dapat membantu mencegah munculnya ice-ice dalam budidaya rumput laut.