
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya adalah lautan, memiliki berbagai jenis dan produksi rumput laut yang besar. Hal inilah yang membuat Indonesia menjadi penghasil rumput laut tropis terbesar di dunia.
Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas, Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat industri rumput laut dari hulu ke hilir agar komoditas rumput laut bernilai tambah tinggi dan berdaya saing, memberikan peluang usaha dan kerja serta meningkatkan ekspor dan pendapatan negara.
Tingkat produktivitas dan kualitas hasil budidaya rumput laut sebagai salah satu persyaratan mutlak, menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus berupaya agar produk rumput laut mampu berdaya saing di pasar lokal maupun global. Upaya ini dilakukan dengan pendampingan maupun sosialisasi untuk memberikan edukasi dalam pemilihan lokasi, pemilihan bibit hingga pemeliharaan sesuai standar operasional prosedur budidaya yang baik.
UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) bersama KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) telah melakukan kegiatan di rantai nilai rumput laut yang dibiayai dengan hibah dari pemerintah Swiss melalui Switzerland’s State Secretariat for Economic Affair (SECO) sejak tahun 2015. UNIDO bekerjasama dengan PT. JaSuDa (Jaringan Sumber Daya) mengajak petani dalam Sosialisasi SOP Budidaya Rumput Laut (Cottonii, Sacol, Spinosum dan Gracilaria) sejak Mei 2022.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu industri rumput laut di Indonesia agar lebih produktif dan kompetitif. Dalam memperbaiki hulunya, kegiatan Sosialisasi SOP Budidaya Rumput Laut membantu pembudidaya lebih produktif, menghasilkan bahan baku berkualitas serta pendapatan yang lebih tinggi.
Sosialiasi SOP Budidaya Rumput Laut telah dilakukan UNIDO memperlihatkan hasil positif berupa peningkatan hasil dan kualitas rumput laut sebagai bahan baku industri di Takalar, Bantaeng, Bulukumba dan Sumenep sejak 2016. Kegiatan ini ditindaklanjuti lebih luas wilayahnya di Maros, Pangkep, Jeneponto dan beberapa daerah di Sulawesi Tenggara.
Untuk mengenalkan SOP Budidaya Gracilaria, kami mengajak pembudidaya dan pemangku kepentingan yang mengembangkan Gracilaria untuk bergabung pada Pelatihan dan Sosialisasi SOP Budidaya Rumput Laut Gracilaria. Kegiatan tersebut akan dibuka oleh Bapak Sudari Pawiro (National Chief Technical Advisor UNIDO GQSP Indonesia) dan narasumber Boedi Sardjana Julianto (Seaweed Value Chain Expert UNIDO GQSP Indonesia) melalui Zoom Meeting pada Rabu, 21 September 2022 pukul 14.00 WITA / 13.00 WIB / 15.00 WIT dengan mengisi link pendaftaran : bit.ly/SOPGracilaria (Free + E-Sertifikat) atau dapat menghubungi kami via Whatsapp di 0852 7277 3774 (Dian Maya Sari).