Untitled Document
Minggu , 26 April 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Dorong Peningkatan Produktivitas dan Mutu melalui Kegiatan Sosialisasi SOP Budidaya Rumput Laut
Kamis, 09 Jun 2022 - Sumber: https://www.jasuda.net/ - Terbaca 5927 x - Baca: 25 Apr 2026
 
Bulukumba - Peningkatan produktivitas dan mutu dalam usaha budidaya rumput laut terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing rumput laut. Indonesia, sebagai negara penghasil rumput laut tropis terbesar dunia sudah selayaknya terus mengembangkan produktivitas dan mutu rumput laut terutama jenis Kappaphycus spp dan Eucheuma spp yang sangat dibutuhkan berbagai industri.

Salah satu inisiatif untuk perbaikan budidaya rumput laut telah dilaksanakan oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam Program SMART – Fish dan Global Quality and Standards Programme (GQSP) yang didanai oleh Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) sejak tahun 2015 hingga tahun 2022. Melalui PT. Jaringan Sumber Daya, kami berupaya menyalurkan informasi hingga memonitoring tingkat adopsi masyarakat dalam budidaya rumput laut melalui program Hybrid Training for Up-Scaling of SOP Kappaphycus, Eucheuma and Gracilaria & Monev.

Perbaikan budidaya rumput laut ini menyasar pada 4 kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan yaitu Bulukumba, Jeneponto, Maros dan Pangkep. Hasil dari penerapan budidaya yang baik dan demofarm disusun menjadi Standard Operating Procedure (SOP) yang telah direview dengan beberapa pemangku kepentingan yang berkompeten dalam budidaya rumput laut.

SOP yang telah disusun menjadi dasar piloting dan up scaling di beberapa lokasi dengan pelatihan dan pendampingan petani rumput laut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Petani rumput laut dapat meningkatkan produktivitas dan mutu rumput laut Kappaphycus spp (cottonii dan sacol) dan Euchema spp (spinosum) yang banyak dibutuhkan industri.
Adanya data dan hasil budidaya penerapan SOP dapat dijadikan referensi sehingga bisa digunakan di lokasi budidaya yang lain dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mutu dalam budidaya rumput laut Kappaphycus spp (cottonii dan sacol) dan Euchema spp (spinosum).

Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bulukumba tahun 2021, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.154,58 km dan berpenduduk 437.610. Secara wilayah, Kabupaten Bulukumba terletak di ujung bagian Provinsi Sulawesi Selatan dan memiliki 7 kecamatan yang terkenal dengan daerah pesisir dan sentra pengembangan pariwisata dan perikanan diantaranya Kecamatan Gantarang, Kecamatan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung Loe, Kecamatan Bonto Bahari, Kecamatan Bontotiro, Kecamatan Kajang dan Kecamatan Herlang.

Bonto Bahari dan Ujung Bulu merupakan 2 kecamatan terpilih yang kami kunjungi dalam kegiatan ini pada tanggal 23-25 Mei 2022. Salah satu kegiatan ekonomi yang dikembangkan di wilayah pesisir ini adalah budidaya rumput laut karena memiliki nilai ekonomis yang cukup baik dengan permintaan pasar yang tinggi. Melalui budidaya rumput laut diharapkan masyarakat pesisir memiliki alternatif mata pencaharian selain kegiatan penangkapan ikan dan budidaya lainnya.

Rutinitas yang selalu dilakukan oleh ibu-ibu di wilayah tersebut yaitu mengikat bibit rumput di tali nilon sepanjang 25 meter. Setelah seluruh bibit dari spesies Eucheuma cottonii itu terpasang, giliran para lelaki bekerja memasang bentangan bibit itu di laut ataupun muara sungai. Mereka menata jarak antarbentangan 60-80 cm. Begitulah pemandangan tiap musim tanam rumput laut di Kelurahan Sapo Lohe, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Salah satu di antara lelaki yang sibuk memasang rumput laut yang paling banyak dibudidayakan itu ialah Andi Zubair. Lelaki berusia 51 tahun itu telah 11 tahun menjadi petani rumput laut. Ia meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan karena rumput laut dengan berat basah 8-10 gram itu memberikan pendapatan yang lumayan. Meski begitu, butuh waktu dan trik hingga ia berhasil jadi pembudi daya.

"Melihat warga dari Bantaeng melakukan budidaya rumput laut, saya ingin mencoba dan berkali-kali gagal karena dimakan ikan. Lalu saya coba untuk menaruh botol berisi kelereng atau kepingan CD dibeberapa sudut tali. Kalau datang arus akan berbunyi, ikan pun lari," cerita Pak Andi Zubair. Berawal dari puluhan bentangan, kini Pak Zubair memiliki 4 pekerja yang mampu memasang sekitar 2.000 bentangan diberbagai titik laut. Lokasi penanaman disesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung. Saat musim kemarau, budidaya ditempatkan dekat muara sungai karena kebutuhan akan air tawar. Sebaliknya saat musim hujan, rumput laut ditempatkan jauh dari muara sungai.

Lokasi paling jauh yang digunakan Pak Zubair adalah 100 meter dari pesisir pantai dengan kedalaman tidak melebihi 20 meter. Rumput laut ditempatkan satu jengkal di bawah permukaan air. Untuk posisi penyusunan melintang atau membujur, Pak Zubair memperhitungkan berdasarkan kerasnya gelombang laut. Tiap hari, ia juga memantau agar jangan ada benda asing, seperti kayu tersangkut pada komoditas budidayanya. Setelah satu bulan, ia akan menenggelamkan rumput laut agar batangnya menjadi lebih kuat. Dengan ketelatenan itu, dan didukung musim yang bagus, Pak Zubair mampu memanen 65 kg rumput laut basah per bentangan. Hasil panen Subair dipasarkan terutama ke Kota Makassar. Ia berharap bisa mengembangkan pasar ke luar negeri, terlebih dengan banyaknya warga negara asing yang sudah mengunjungi lokasi budidayanya berjumlah sekitar 21 negara.

Jenis rumput laut yang dibudidayakan di Bonto Bahari yaitu Spinosum dan Cottoni. Berat bibit yang digunakan sekitar 50-100 gram dengan umur panen bibit 25 hari. Berbeda dengan wilayah Bonto Bahari, di Desa Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, menggunakan bibit dengan berat sekitar 20-50 gram. Umur panen rumput laut 50 hari dan pernah dilakukan panen sekitar 2 bulan akan tetapi terlalu lama sehingga kembali memanen dalam jangka waktu 45-50 hari. Penyebab umur panen lebih lama karena pertumbuhan rumput laut di kelurahan ini lambat.

Bulan Juli sampai September merupakan bulan yang dianggap baik dalam pertumbuhan atau pembudidayaan rumput laut karena ombak besar yang dapat membuat rumput laut memiliki nutrisi yang maksimal. Akan tetapi terdapat kelemahan, terkadang rumput laut juga mudah patah. Umur panen rumput laut sekitar 45 hari. Metode yang digunakan adalah metode rawai. Selain itu, pernah melakukan metode rakit akan tetapi cepat lepas atau terbongkar.

Beberapa kriteria pembudidayaan rumput laut daerah ini yaitu :
1. Dasar perairan di daerah berupa pasir
2. tidak terdapat juga karang pemecah karena daerah pesisir
3. Salinitas yang pernah diukur pada laut daerah ini sekitar 35 ppt
4. Kedalaman 40 cm – 50 cm sampai 2 m dapat tembus matahari dimana berfungsi untuk masak makanan rumput laut atau biasa disebut makronutrien dibutuhkan atau sangat penting untuk rumput laut
5. Kecepatan arus yang sedang

Masyarakat di wilayah ini juga memiliki keluhan yang menyerang rumput lautnya yaitu penyakit ice-ice. Hal ini biasa disebabkan karena kurangnya dukungan nutrisi seperti N, P dan K, ditambah dengan banyaknya predator seperti ikan, gulma atau lumut serta cuaca yang terlalu panas.

Salah satu peserta bernama Haeruddin menuturkan bahwa saat ini petani membutuhkan bibit yang tahan panas seperti sakol sehingga membutuhkan informasi maupun solusi dalam bentuk bantuan bibit sakol ke daerah Bulukumba.

Pengeringan yang umumnya dilakukan yaitu dengan jemur gantung dalam kurun waktu 2 hari dan di jemur para-para selama 1 hari. Jika menggunakan jemur gantung kadar kotoran biasanya 2%. Hama yang biasa terdapat pada rumput laut berupa kerang dan ikan baronang kecil. Kerang biasa menempel pada rumput laut sedangkan ikan baronang akan memakan rumput laut. Hama tersebut tidak membuat rumput laut gagal panen. Cara penanganan dengan menggoyangkan bentangan agar hama tersebut dapat jatuh.

Cara pemeliharaan dengan mengencangkan tali dan dapat juga mengganti arah penanaman yang berubah tergantung dari arus. Selain itu, setelah 30 hari rumput laut akan lebih berat jadi membutuhkan penambahan botol agar bentangan dapat tenggelam.

Selain budidaya, di daerah ini juga terdapat masyarakat yang pekerjaannya mengambil/memungut rumput laut yang patah/berjatuhan dari tali bentangan, kemudian dikeringkan lalu dijual. Hal itu terjadi karena arus yang kuat sehingga rumput laut mudah patah. Pekerjaan memungut hasil patahan rumput laut ini tidak menjadi permasalahan bagi pembudidaya karena dianggap berbagi rezeki bagi yang tidak mampu membudidayakan sendiri.
 
 
 
More Berita
 
1 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 41 x
2 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 73 x
3 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 78 x
4 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 94 x
5 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 117 x
6 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 140 x
7 . PT Jaringan Sumber Daya Dorong Inovasi Rumput Laut Melalui Riset dan Kolaborasi
  Rabu, 25 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 105 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 80 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 98 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 129 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 134 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 226 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 218 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 221 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,123 Kali
Member JaSuDa 10,756 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin