Untitled Document
Minggu , 26 April 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Menelisik Tantangan Industri dan Budidaya Rumput Laut di Indonesia
Senin, 21 Mar 2022 - Sumber: https://sariagri.id/ - Terbaca 6635 x - Baca: 26 Apr 2026
 
Dengan garis pantai sepanjang 99.000 km, Indonesia adalah produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, setelah Cina. Menurut FAO, tahun 2018 Indonesia memproduksi 9,3 juta ton rumput laut atau 29 persen dari total produksi global. Namun, meski jumlah produksi besar, nilai ekspor rumput laut Indonesia di bawah Korea Selatan yang produksinya jauh lebih rendah.

Pada 2019, nilai ekspor rumput laut Indonesia hanya $218 juta, sedangkan Korea Selatan yang hanya menghasilkan 5,23 persen rumput laut dunia menghasilkan ekspor $278 juta. Apa penyebabnya? Melansir The Fish Site, hal ini terjadi karena Indonesia masih mengandalkan keunggulan komparatifnya (yaitu biaya produksi yang rendah) ketimbang keunggulan kompetitif (yaitu kualitas dan harga barang).

Indonesia sebagian besar menjual rumput laut kering dan barang setengah jadi seperti hidrokoloid, sementara Korea Selatan mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tinggi, termasuk makanan, pakan, pupuk, kosmetik, dan obat-obatan. Peternakan rumput laut sekarang juga dikenal karena jasa lingkungan dan ekosistemnya sementara rumput laut yang dipanen semakin banyak diubah menjadi produk ramah lingkungan seperti pengganti plastik dan bahan bakar nabati.

Pandangan ahli Pontas Tambunan, Wakil Ketua Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli), menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi sektor rumput laut Indonesia pada Seaweed Fest 2021 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akhir tahun lalu. Pertama, kata dia, petani Indonesia tidak mendapatkan harga yang kompetitif untuk rumput laut mentah.

Belakangan ini, harga rumput laut di tingkat petani hanya sekitar Rp 11.000/kg, tetapi, karena banyaknya mata rantai yang tidak perlu, ini telah meningkat menjadi Rp 31.000/kg pada saat pengolah membelinya. Hal ini membuat produksi produk turunan rumput laut menjadi lebih mahal dan kurang kompetitif dibandingkan dengan negara lain.

Menurut Tambunan, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan penerapan internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI). Ini memungkinkan untuk mendeteksi perbedaan yang sangat tinggi antara harga pertanian dan apa yang diterima industri, melalui pengumpulan dan pemrosesan data real time. IoT dan AI juga memungkinkan untuk mengetahui data riil produksi rumput laut di lapangan. Meski pemerintah memperkirakan produksi rumput laut akan mencapai 11,5 juta ton pada 2021, tampaknya jumlah tersebut tidak tercapai.

Menurut Tambunan produsen baru mencapai 40-60 persen dari kapasitas produksinya, menunjukkan adanya kesenjangan informasi. Selain karena keterbatasan sumber daya industri, hal ini juga disebabkan tidak banyaknya startup digital di sektor rumput laut. Karenanya, ia meminta pemerintah membantu menyediakan data yang real time yang akurat untuk memberikan kepastian industri atas harga riil dan volume pasokan rumput laut, yang dapat meningkatkan efisiensi produksi di tingkat industri.

Kedua, menurut Tambunan, terlalu sedikit perusahaan rumput laut yang berusaha menghasilkan produk akhir yang bernilai lebih tinggi, sementara beberapa produk turunannya bahkan kurang kompetitif, karena proses produksi yang tidak efisien. Ketiga, Tambunan berpendapat, keamanan pangan dan ketertelusuran menjadi perhatian utama untuk produk pangan, termasuk rumput laut. Artinya, teknik budidaya dan pengolahan rumput laut harus memenuhi standar yang tinggi, misalnya dengan tidak menggunakan media budidaya yang berbahan plastik untuk menghindari kontaminasi mikroplastik.

Tantangan keempat, menurut Tambunan, adalah perlunya peningkatan kualitas rumput laut. Hal ini dipengaruhi oleh metode budidaya dan kualitas benih. Selama ini benih yang digunakan petani berasal dari stok liar dan produsen mandiri, sehingga menghasilkan kualitas yang bervariasi.

Namun, pemerintah telah mengembangkan bibit melalui kultur jaringan untuk membantu kebutuhan pembudidaya. Ini bekerja sama dengan SEAMEO Biotrop, sebuah organisasi penelitian dan pendidikan untuk biologi tropis di Asia Tenggara. Sementara itu, untuk mendukung peningkatan daya saing, pemerintah juga menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas prioritas, menciptakan ekosistem produksi yang mendukung melalui prakarsa Kampung Budidaya dan penyediaan benih bermutu dari enam laboratorium teknisnya.

Berbeda dengan industri budidaya udang dan ikan, kemunculan startup di sektor rumput laut Indonesia masih jarang, apalagi dibandingkan dengan Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.
 
 
 
More Berita
 
1 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 41 x
2 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 73 x
3 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 78 x
4 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 94 x
5 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 117 x
6 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 140 x
7 . PT Jaringan Sumber Daya Dorong Inovasi Rumput Laut Melalui Riset dan Kolaborasi
  Rabu, 25 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 105 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 80 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 98 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 129 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 134 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 226 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 218 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 221 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,127 Kali
Member JaSuDa 10,756 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin