Presentasi Peluang Pasar Produk Aquaculture Indonesia di China
Rabu, 11 Jul 2007 - Sumber: Dina Saragih - Terbaca 5842 x - Baca: 04 May 2026
Surabaya - SEAPlant Net yang merupakan inisiatif dari IFC – Advisory Services Indonesia, telah menyelesaikan studi pasar rumput laut dan produk olahannya di China. Berdasarkan Trade Data yang telah dikumpulkan oleh SEAPlant Net diketahui bahwa lebih dari 70 % rumput laut Indonesia di import oleh Cina. Total import Cina dari Indonesia pada 2005 mendekati dari 35.000 ton. Untuk apa rumput laut sebanyak itu masih merupakan “black box”, untuk mengungkap “black box” tersebutlah dilakukan studi ini, lebih detilnya antara lain untuk mendapatkan data yang komprehensif tentang rumput laut dan produk olahannya dalam artian bagaimana rumput laut diproses, digunakan untuk apa saja, berapa besar kebutuhannya serta struktur dan natur industri pengolah yang ada di China. Berdasarkan data tersebut kemudian memproyeksikan pertumbuhan permintaan akan produk-produk tersebut untuk mendapatkan data berapa besar kebutuhan akan bahan baku (rumput laut) yang dibutuhkan di Cina. Berikut beberapa temuan studi:
Pasar caragenan di China saat ini mengalami banyak konsolidasi, pabrik pengolah “hanya” berjumlah antara 50-60 unit (didominasi oleh industri dengan teknologi sederhana), sedangkan di akhir tahun 90an jumlah tersebut lebih dari 2 kali lipatnya.
5-7 pabrik besar dengan kapasitas produksi antara 800 – 1500 ton/tahun
-+ 20 pabrik skala menengah , kapasitas produksi sebesar 200 ton/tahun
25 – 35 pabrik skala kecil, kapasitas produksi kurang dari 100 ton/tahun
Selain itu ada sebanyak 100 – 130 perusahaan yang mencampur caragenan (solution provider), mereka ini tidak membeli rumput laut, tetapi caragenan lalu diolah dan dijual ke end user.
Diperkirakan 70% caragenan yang diproduksi dijual langsung di dalam negeri ke industri pangan dan 30 % diexport.
95 % caragenan yang diproduksi di China digunakan oleh industri pangan (daging olahan, jelly dan permen). Saat ini jelli industri berkembang Sangay pesat di China dengan tingkat pertumbuhan mencapai 20 %/tahun dalam beberapa tahun belakangan ini.
Dinamika pasar:
Pertumbuhan permintaan caragenan yang kuat – baik untuk pasar domestik maupun internacional
Meningkatnya export caragenan – akibat peningkatan mutu caragenan oleh pabrik (yang besar)
Terjadinya konsolidasi dalam industri – karena adanya persaingan yang intens dan meningkatnya mutu yang dituntut pembeli.
Sikap pemerintah – monitoring dan control terhadap industri caragenan kemungkinan belum menjadi fokus
Import rumput laut dari Negara ASEAN dikenakan Special Preferential Tariff (SPT) sebesar 7,5% dan VAT (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 17 % (rebate rate 13 %)
Suatu model ekonomi dirancang untuk memperkirakan permintaan rumput laut dalam 5 tahun ke depan (2007 -2012). Model ini mempertimbangkan sisi supply (produksi caragenan), sisi permintaan (permintaan dari pengguna akhir) dan sisi ketiga adalah data perdagangan rumput laut. Berdasarkan model diatas diperkirakan (dengan banyak asumsi tentunya) dengan pertumbuhan 14 %, maka pada 2012 China akan membutuhan 123.000 ton (permintaan pada 2006 adalah 55.000 ton).
SEAPlan Net mempresentasikan 3 peluang pasar yang sangat potensial bagi Indonesia, yaitu:
Export building block (caragenan) atau pun ingredient solution, jadi bukan lagi mengeksport bahan baku (rumput laut)
Export Nutrient seaplant (yang selama ini menjadi limbah rumput laut)
Export product aquaculture dengan membangun IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) yang berkelanjutan.
Presentasi dan diskusi ini diikuti oleh 18 Processor, Exporter, DKP. Dalam semiloka ini para peserta juga membahas action plan untuk menangkap peluang-peluang yang ada.
(materi presentasi dapat diakses di link publikasi). Beberapa rekomendasi perserta dapat dilihat dibawah ini :
Perlu dilakukan ujicoba pembuatan consentrat caragenan yang tidak memerlukan modifikasi besar dalam industri caragenan yang sedang berjalan.
Perlu membuat studi pasar untuk produk-produk seaplant nutrient
Perlu mengujicoba IMTA untuk mengetahui jenis apa yang paling cocok di suatu tempat
Penguatan industri caragenan dan solution provider di dalam negeri