
Abdurahman Laba (42) terkenal sebagai petani rumput laut yang sangat tekun dan mempunyai penghasilan terbesar di desa Palilolon untuk saat ini. Laba memulai usaha rumput laut pada tanggal 2 Januari 2005 dengan 2 tali bentangan. Waktu itu dia membeli bibit seharga Rp 50.000 untuk diikat pada tali bentangan tersebut, akan tetapi bibit rusak. Pada suatu hari ketika dia ke laut untuk mencari ikan, dia melihat rumput laut yang hanyut milik petani lain lalu dia memungutnya.
Bibit tersebut diikat pada tali bentangannya. Alhasil rumput laut tersebut bertumbuh dengan baik. Dari bibit pertama ini kemudian dikembangkan menjadi 8 tali bentangan dan seterusnya hingga saat ini Laba memiliki tali bentangan terbanyak (200-an tali) di desa Palilolon. Dari banyaknya jumlah bentangan itu, dia mempunyai pengahasilan tertinggi. Setiap bulannya dia menjual rumput laut sebanyak 2 kali yaitu pada tanggal 3 dan 18. Penjualan tertinggi terjadi pada tgl. 18 April 2007 yaitu sebanyak 2 ton sehingga dia mendapatkan uang sebanyak 9 juta rupiah.
Bagaimana Laba menjalankan usahanya ini sehingga berhasil?
Kegiatan budidaya rumput laut dikerjakan oleh Laba bersama istrinya Fatima Bunga dan kadang-kadang dibantu oleh anak-anaknya: Siti Saleha Bulu, Ahmad M. Nur dan Yeni Rahman, juga seorang keponakannya yang tinggal bersama mereka. Pekerjaan ini sudah menjadi pekerjaan pokok sehingga dikerjakan setiap hari. Mereka memiliki beberapa lokasi budidaya sehingga hampir sepanjang tahun tetap panen. Dengan memiliki beberapa lokasi maka bila ada yang kena penyakit dapat rumput laut bisa dipindahkan ke lokasi lainnya. Panen dilakukan setiap hari antara 2 – 3 tali, dan tali yang dipanen langsung diisi dengan bibit dan ditanam pada hari itu juga sehingga jumlah tali di laut tetap sama banyaknya.
Kebiasaan ini agaknya berbeda dengan petani lainnya yang memanen tapi ikat bibitnya tidak pada hari yang sama. Prinsip Laba; tali yang dipanen harus diikat pada hari itu juga. Dari segi pemanfaatan waktu juga sangat berbeda dengan petani lainnya. Dia menghabiskan waktunya untuk urusan rumput laut sekitar 5 jam per hari. Dia mulai ke laut pada waktu subuh dan kadang-kadang juga bekerja pada malam hari. Ketekunan, kerjasama, dan ketelitiannya telah menghantar Laba menjadi petani rumput laut yang sukses dengan penghasilan tertinggi di desanya, Palilolon.
Laba juga terkenal sebagai petani yang daya ingatannya masih kuat. Setiap kejadian yang penting seperti kapan memulai usaha, berapa tali pada awal memulai usaha, kapan tanam, kapan panen, masih diingatnya.
Mimpi Laba ke depan
Salah satu daya gerak yang membuat Laba serius menekuni usaha ini adalah karena dia punya “mimpi” (harapan yang mau dicapai dalam usaha tersebut). Salah satu mimpinya adalah “mau menjemput istri dan anak dari saudaranya di Makasar untuk bisa kembali ke kampung halaman mereka. Selain itu juga bisa menghidupi keluarganya dan dapat membeli barang-barang kebutuhan lainnya. Alhasil, dengan usahanya ini, saat ini Laba sudah membeli sebuah sepeda motor, genset, perahu motor dengan mesinnya dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dalam rencana, dia bersama istrinya akan ke Makasar pada bulan Agustus nanti untuk menjemput keluarganya di sana. Dengan demikian satu per satu mimpinya mulai tercapai. Dan Laba bersama keluarganya boleh menatap masa depan dengan penuh antusiasme dan ceria berkat usaha rumput laut.
Selamat bekerja, sukses selalu !