
Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan rumput laut.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas rumput laut melalui hilirisasi industri.
“Selain dibutuhkan berbagai kebijakan strategis, juga perlu koordinasi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencapai sasaran tersebut,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin.
Dia menjelaskan rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang berpeluang untuk dikembangkan dalam negeri karena ketersediaannya masih cukup besar dan mampu menggerakkan sektor ekonomi di wilayah pesisir.
Agus menuturkan dalam upaya pengembangan industri pengolahan rumput laut, pihaknya telah menginisiasi sektor tersebut untuk masuk dalam daftar prioritas investasi.
“Nantinya, investasi baru harus memiliki kemitraan dengan pembudidaya rumput laut sehingga dapat meningkatkan jaminan suplai bahan baku bagi industrinya,” ujar dia.
Dia juga terus mendorong pengoptimalan penggunaan produk olahan rumput laut dalam negeri bagi industri penggunanya.
Hal ini, lanjut dia, untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Dia optimistis kebijakan hilirisasi industri rumput laut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terutama bagi nelayan budidaya dan petani rumput laut.
“Bahkan, industri berbasis agro ini dapat memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional, seperti dari hasil capaian ekspornya,” ujar Agus.
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan ekspor produk olahan rumput laut berupa karagenan dan agar-agar mencapai 14 ribu ton atau senilai USD 96,1 juta pada tahun 2020.
Menurut Putu, pangsa pasar olahan rumput laut yang cukup besar merupakan peluang bagi Indonesia untuk memacu ekspor.
“Terutama apabila dapat meningkatkan volume produksi dan daya saing produk,” kata dia.
Dia menyatakan Indonesia merupakan negara eksportir karagenan keenam di dunia dan negara eksportir agar ketujuh di pasar global.
Negara tujuan ekspor produk olahan rumput dari Indonesia, tambah dia, antara lain ke China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Dia juga menyebut bahwa pihaknya sudah memiliki peta jalan atau roadmap dalam Industri Rumput Laut Nasional.
Putu menargetkan Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia.
“Serta penambahan lahan budidaya rumput laut masih terbuka. Hal tersebut merupakan potensi yang harus dioptimalkan,” ujar dia.