Untitled Document
Minggu , 26 April 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Jangan Remehkan Kontribusi Rumput Laut RI untuk Dunia
Selasa, 03 Aug 2021 - Sumber: https://m.antaranews.com/ - Terbaca 5698 x - Baca: 23 Apr 2026
 
Musisi Amerika Serikat, Davendra Banhart, pernah berseloroh dalam suatu wawancara bahwa sepertinya enak menjadi rumput laut, karena hanya mengapung di tengah perairan.

Rumput laut, seperti halnya rumput yang ada di daratan, kerap dipandang sebelah mata. Padahal sebenarnya komoditas tersebut memiliki banyak manfaatnya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Tidak hanya untuk pangan, rumput laut juga berguna sebagai bahan yang digunakan di industri kosmetik, gel, perekat, hingga juga farmasi atau obat-obatan.

Indonesia juga dianugerahi dengan melimpahnya komoditas rumput laut. Diketahui luas wilayah habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektare atau terbesar di dunia. Bahkan, jumlah rumput laut diperkirakan mencapai 8,6 persen dari total biota di laut.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti beberapa kali mengajak berbagai masyarakat dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk lebih tertarik dalam menggali potensi yang terdapat di dalam komoditas rumput laut.

Ia mengingatkan berdasarkan data Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, lanjutnya, saat ini Indonesia memiliki kekayaan makro-alga sebanyak 89 suku (familia), 268 marga (genus), dan 911 jenis (species).

Dari sekian jenis, rumput laut dari kelas alga merah (Rhodophyta) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 564 jenis, disusul alga hijau (Chlorophyta) sekitar 201 jenis dan alga coklat (Ochrophyta) sekitar 146.

Dengan kayanya Indonesia akan berbagai jenis rumput laut, maka tidak heran bila Artati menyatakan hal itu merupakan berkah yang harus dioptimalkan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional.

Dirjen Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu juga menyatakan KKP berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi komoditas rumput laut yang dinilai memiliki pasar yang sangat luas baik domestik maupun global, serta mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah China, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai 279,58 juta dolar AS.

Menurut dia, rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan mempunyai prospek pasar yang cukup luas baik di dalam maupun luar negeri sehingga rumput laut menjadi salah satu komoditas andalan budi daya.

Dari berbagai upaya tersebut antara lain yang dilakukan KKP adalah meningkatkan performa bibit rumput laut hasil budi daya dengan melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan bibit rumput laut berkualitas yang menunjang produksi rumput laut dalam negeri.

Salah satu capaian dari KKP yaitu telah berhasil mengembangkan bibit hasil kultur jaringan dan akan terus melakukan improvisasi untuk varian jenis lainnya seperti strain saccul.

Selain itu, KKP juga mengembangkan kawasan budi daya rumput laut dengan mengoptimalkan lahan-lahan potensial yang ada di Kawasan Timur Indonesia seperti di Nusa Tenggara Timur.

Di sekitar lahan tersebut nantinya akan dibangun kampung rumput laut yang menerapkan teknologi ramah lingkungan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.


Aspek teknologi

Teknologi dan riset guna mengembangkan rumput laut memang menjadi salah satu aspek yang esensial di dalam mengoptimalkan komoditas tersebut.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Sjarief Widjaja mengingatkan aspek penelitian guna mengolah rumput laut, merupakan tantangan bagi para peneliti dan kalangan ilmuwan di Tanah Air.

Sjarief mengingatkan bahwa rumput laut adalah komoditas yang bisa diolah menjadi banyak hal yaitu menjadi produk kosmetik, farmasi, makanan, bumbu, agar-agar, puding, jeli, dan pangan fungsional lainnya.

Upaya pengolahan itu, lanjutnya, harus dipikirkan agar bisa menghasilkan produk yang memberi kemanfaatan tinggi dan tidak menghasilkan limbah yang akhirnya dapat menjadi masalah baru bagi industri dan lingkungan sekitarnya.

Ia mengungkapkan limbah pengolahan rumput laut Gracilaria dan Cottonii dalam negeri menghasilkan limbah cair sebanyak 8.174.150 meter kubik dan limbah padat 62.506 ton per tahun.

Banyaknya limbah tersebut, menurut dia, sebetulnya perlu untuk didaur ulang karena sebetulnya bisa dimanfaatkan antara lain limbah cairnya untuk pupuk cair, sedangkan limbah padatnya dapat menjadi bahan baku keramik, particle board, pupuk, hingga bata ringan.

Dengan memanfaatkan dan menekankan sinergi antara inovasi dan industri, KKP meyakini Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri rumput laut dunia.

Tidak heran bila Dirjen Penguatan Daya Saing dan Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti menyatakan bahwa inovasi dalam rumput laut juga bisa digunakan untuk mengatasi sejumlah persoalan global seperti limbah plastik dan perubahan iklim, sehingga merupakan peluang bagi pengusaha sektor kelautan.

Artati mencontohkan bahwa rumput laut bisa diolah menjadi bioplastik sehingga dapat mengganti kemasan plastik yang selama ini ada.

Ia juga mengingatkan hasil kajian menyebutkan pemanfaatan rumput laut jenis asparagopsis taxiformis dalam pakan ternak ruminansia seperti sapi, mampu mengurangi emisi gas metana.

Namun Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim juga mengingatkan bahwa kebijakan untuk menerapkan inovasi sektor kelautan seperti produksi rumput laut menjadi bioplastik perlu pendampingan yang intensif kepada kelompok warga yang biasa menanam komoditas tersebut, dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan.

Dengan program yang lebih fokus dalam meningkatkan lagi pendampingan teknis kepada masyarakat dan pengembangan aspek kesejahteraan masyarakatnya, maka ke depannya program jauh lebih bermanfaat dan berhasil sesuai target.

Selain itu dengan multifungsi dari komoditas rumput laut, yang tidak hanya sekadar bahan pangan semata, maka kontribusi rumput laut tidak hanya memulihkan ekonomi nasional, tetapi juga berkontribusi besar kepada sektor perekonomian global.
 
 
 
More Berita
 
1 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 41 x
2 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 73 x
3 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 78 x
4 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 94 x
5 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 117 x
6 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 140 x
7 . PT Jaringan Sumber Daya Dorong Inovasi Rumput Laut Melalui Riset dan Kolaborasi
  Rabu, 25 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 105 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 80 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 98 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 129 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 134 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 226 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 218 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 221 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,144 Kali
Member JaSuDa 10,756 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin