
Good Manufacturing Practices (GMP) Training diadakan di Hotel Permata Sari Maumere, pada tanggal 16 – 23 Mei 2007 merupakan program SEAPlant Network - Seaweed, IFC Advisory Services (IFC-AS) Makassar. Merupakan training GMP yang kedua kalinya yang dilaksanakan oleh IFC-AS Makassar (Boedi dan Donatus Suban Garak). Pelaksanaan kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta 23 orang, masing-masing : 15 peserta dari NTT (13 petani rumput laut, 2 Field Facilitators), 5 dari Nias-Aceh (2 Field Facilitators dan 3 petani rumput laut), dan 2 analisis laboratorium dari IFC-AS Makassar. Materi GMP dibawakan oleh Riski (Premysis Consulting).
Pembukaan pelaksanaan training diawali dengan perkenalan, berbagi pengalaman, dan harapan-harapan para petani dalam mengikuti pelaksaan training GMP tersebut. Setelah itu dilakukan pre-test untuk mengukur sejauh mana pengetahuan peserta tentang GMP. Para peserta khususnya petani-petani rumput laut baik dari Nias-Aceh maupun Kupang sangat senang dengan diadakannya GMP Training. GMP Training merupakan sebuah pelatihan tentang bagaimana cara menangani produk dalam hal ini rumput laut dengan kuantitas dan kualitas yang bersaing. Pelaksanaan training ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam mengembangkan usahanya ke depan, serta kelompok tani dan koperasi mereka masing-masing semakin maju sesuai GMP. Materi-materi yang disajikan cukup bervariatif, terdiri dari : Pedoman GMP, Dokumentasi GMP, Tanggung Jawab Pengurus, Pengelolaan Sumber Daya, Pasca Panen Rumput Laut, Verifikasi Alat Timbang, Penerimaan dan Sortir, Pengendalian Ketidaksesuaian, Identifikasi dan Mampu Telusur, Penyimpanan dan Transportasi, Penarikan Produk, Internal Audit dan Tindakan Perbaikan serta Pelatihan untuk GMP Trainer.
Pelaksanaan GMP training berlangsung menarik dan mampu memancing emosi peserta untuk lebih banyak tahu tentang isi materi yang disajikan. Pertanyaan dan tanggapan dari peserta mendapat jawaban yang cukup memuasakan dari pemateri dan dilakukan juga diskusi untuk bertukar pendapat (sharing). Peserta yang hadir dibagi dalam empat kelompok, dan memiliki nama : Koperasi Tunas Baru, Koperasi Ingin Maju, Koperasi Inti Mulia, dan Koperasi Maju Bersama. Setiap kelompok memiliki keunikan tersendiri karena terdiri dari peserta yang berbeda-beda. Akan tetapi tidak menjadi penghalang atas terjadinya kekompakan diantara mereka.
Materi yang dibawakan diselingi dengan tugas-tugas dan harus dipresentasekan di depan peserta lainnya seperti membuat prosedur penimbangan, prosedur pasca panen, pembuatan kuesioner untuk mengetahui kepuasan pelanggan, dan bahan persentase untuk pelaksanaan latihan training di Pulau Koja Doi. Selain itu, ada juga permainan yang memerlukan kemampuan untuk berfikir cepat tentang pemecahannya dan perlunya kerjasama dalam kelompok seperti Berjalan di atas koran sebagai aplikasi dari materi visi dan misi koperasi, serta permainan-permainan lainnya yang memerlukan kekompakan antara sesama peserta dalam tiap kelompok.
Pelatihan ini diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta, bahkan ada peserta seperti yang dari Pulau Koja Doi sudah dua kali mengikuti pelatihan GMP, yang juga sebelumnya dilaksanakan oleh IFC-AS Makassar. Beberapa peserta yang masih baru terutama dari Aceh mengatakan “baru kali ini saya mengikuti pelatihan semacam ini, sangat bermanfaat karena dapat bertukar pengalaman dengan para petani dari Lembata dan Pulau Koja Doi yang telah lebih dulu membudidayakan rumput laut”. Mereka juga meminta agar diadakan pelatihan yang sama di Nias-Aceh.
Peserta dari Nias-Aceh melakukan perjalanan ke Pulau Koja Doi pada tanggal 19 Mei 2007, mereka terlebih dahulu ke sana karena ingin mengetahui langsung tentang cara pembudidayaan rumput laut mulau dari pembibitan hingga pengepakan. Mereka juga mengambil gambar yang dibuat dalam bentuk video dengan bahasa Nias-Aceh agar memudahkan mereka untuk menjelaskan kepada petani Nias-Aceh. Peserta lain masih tetap tinggal di Maumere untuk mengikuti pelaksanaan GMP training sampai selesai dan menyusul ke Pulau Koja Doi pada tanggal 21 Mei. Kegiatan di Pulau Koja Doi selama dua hari sangat padat diantaranya melihat langsung lokasi penanaman rumput laut dengan menggunakan perahu motor, mengamati kegiatan penduduk Pulau Koja Doi, melakukan persentase sesuai dengan materi tugas yang diberikan. Malamnya dilakukan acara perpisahan sekaligus pelaksanaan post-test.
Semua peserta (kecuali penduduk asli Pulau Kojadoi) melakukan perjalanan kembali ke maumere pada tanggal 22 Mei dan siap-siap untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Semua peserta memiliki keunikan dan cerita pengalaman tersendiri selama mengikuti GMP training. Adanya fasilitas hotel yang minim, seperti ruangan training yang panas, service makanan yang kurang memuaskan (penyediaan makanan yang kadang lama, ada juga peserta yang tidak mendapatkan makanan karena telat datang ke ruang makan, pernah juga peserta harus menyantap nasi mentah). Akan tetapi semua itu dimaklumi oleh peserta dan kekompakan tetap terjalin diantara mereka.