
Amir Mahmud Dolu berasal dari desa Waowala, Lembata NTT. Pria yang sekarang berumur 36 tahun ini memulai menanam rumput laut pada tahun 2002 dengan modal awal sendiri. Amir yang merupakan lulusan D3 Kesejahteraan Sosial ini, mengetahui cara menanam rumput laut dari LSM CARE Internasional. Awalnya, Amir hanya memiliki 20 tali bentang dengan luas area 30 x 50. Sekarang Amir memiliki 40 tali bentang dengan produksi 500 kg/bulan. Biaya yang dibutuhkan pada saat itu untuk membangun lokasi adalah senilai Rp. 695.000,- bila dikondisikan sekarang sekitar Rp. 1.003.000,-.
Sekarang ini, Amir berprofesi sebagai pedagang pengumpul rumput laut, akan tetapi Amir juga tetap sebagai petani rumput laut. Amir memiliki 4 orang pekerja yang setiap hari datang ke lokasi penanaman dengan jam kerja 3 – 4 jam setiap harinya. Sedangkan Amir hanya 2 kali seminggu datang mengontrol lokasi tanam tersebut. Dimana pekerja tersebut bertugas mengecek, membersihkan, menyulam, memperbaiki, pasang/ikat bibit, pengeringan. Ibu dan saudara kakak perempuan Amir juga membantunya. Amir membayar pekerjanya dengan sistem bagi hasil yaitu 60% untuk pekerjanya dan 40% untuk Amir sendiri. Bila Amir mendapat masalah rumput lautnya, maka Amir akan bertanya dengan sesama petani/pengumpul rumput laut.
Jenis rumput laut yang ditanam Amir adalah Eucheuma cottonii dengan metode tanam kapling. Jumlah bibit rumput laut yang digunakan 200 gr, jarak antar ikatan 20 cm, panjang tali bentang 60 m dan jarak antar tali bentang 2 m. Amir mempunyai lokasi penanaman 1 km dari tempat tinggalnya dengan alasan lokasinya baik untuk penanaman rumput laut. Hasil terbaik yang penah diperoleh Amir adalah sebanyak 2 ton, sedangkan hasil terburuk adalah sekitar 250 kg. Amir menanam rumput laut dengan melihat cuaca yang baik. Cuaca yang baik untuk mulai menanam adalah bulan November sampai bulan Maret. Cuaca normal adalah bulan April sampai Bulan Agustus. Sedangkan cuaca buruk terjadi pada bulan September sampai Desember.
Bila cuaca buruk, maka Amir akan memindahkan lokasi penanamannya sekitar jarak 3 km, dengan alasan karena lokasi tersebut ombaknya tidak besar. Pada cuaca buruk, bulan September – Desember Amir hanya menanam untuk bibit karena pada musim tersebut suhu panas dan merupakan bulan awal hujan sehingga rumput laut rusak.
Bulan November – bulan Desember merupakan musim terjadinya ice-ice, bila hal tersebut terjadi maka Amir memanen dan memotong bagian yang terkena ice-ice. Amir mendapatkan solusi dari PENSA dalam hal penanganan ice-ice. Gulma (paling banyak terdapat pada bulan Agustus sampai bulan November), diatasi dengan dibersihkan rumput laut dengan gulma/tanaman pengganggu. Ikan, pada area lokasi tanam milik Amir tidak ikan yang mendekati tanaman rumput lautnya.
Amir memanen rumput lautnya pada umur 45 hari. Amir menggunakan metode pengeringan dengan para-para. Biasanya Amir menyimpan rumput laut kering selama 1 minggu sebelum dijual. Amir menjualnya pada pengumpul/pedagang lokal yang berbeda-beda, pada pengumul Madura dan pengumpul Surabaya. Amir memilih menjual rumput lautnya pada pengumpul berdasarkan harga dan mutu serta kejujuran pengumpul. Pengumpul tersebut datang ketempat Amir untuk membeli rumput laut miliknya.