
Salah satu perusahaan eksportir rumput laut yang berbasis di Jawa Timur akan mengirim 4 ton rumput laut kering ke Taiwan. Ekspor perdana rumput laut jenis kotoni ini adalah contoh. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (PLN), Baiq.
Deny Evitadarmiana melakukan kunjungan ke sentra produksi rumput laut di Serewe, Kabupaten Lombok Timur untuk memastikan aktivitas ekspornya tetap menggunakan nama NTB, Surat Keterangan Asal (SKA) NTB.
Kedatangan kepala dinas dan rombongan sekaligus untuk memastikan aktivitas para eksportir di tengah pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan info yang diterimanya dari pengusaha, kegiatan ekspor tetap berjalan.
Tujuannya ke sejumlah negara. Terutama ke Cina, Taiwan dan Jepang. Permintaan rumput laut dari luar negeri untuk setiap bulan.
Arie Hijriyah, eksportir rumput laut dari perusahaan LARS kepada Suara NTB, Jumat, 9 Oktober 2020 mengatakan, permintaan luar negeri masih tetap tinggi. selama ini permintaan rumput laut luar negeri dipenuhi dari Banggai, Madura, Wakatobi.
Untuk NTB, rencana ekspor perdana 3 ton ke Taiwan terlebih dahulu. Jika sampai tujuan pengiriman kualitasnya masih tetap terjaga bagus, ekspor rumput laut NTB bisa berkesinambungan dilakukan.
“Permintaannya katoni. Kalau sementara yang dikembangkan di sini sakul. Kalau ndak memenuhi katoni, saya cari lahan lain,” ujarnya. Setiap bulan permintaan dari luar negeri 30 ton jika intens disediakan. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Arie Hijriyah mengatakan, NTB termasuk daerah yang diharapkannya menyediakan jenis yang diminta.
Di Taiwan ini nantinya dipasarkan untuk kebutuhan lokal. Selain untuk dikirim kembali ke Jepang dan China. “Yang penting di sini prepare aja, mampu memenuhi,” demikian Arie Hijriyah.