
Rumput laut memiliki manfaat sosial. Pengembangan budidaya rumput laut pada masyarakat pesisir pantai bisa berdampak positif terhadap beberapa aspek sosial, seperti berikut ini:
Pengembangan usaha budidaya rumput laut bisa berdampak kepada pendapatan masyarakat petani secara langsung. Sebagian besar dari pendapatan petani tersebut akan beredar di masyarakat pesisir sehingga menjadi kekuatan ekonomi lokal (pedesaan). Sebagian besar dari pendapatan petani tersebut akan beredar di masyarakat pesisir sehingga menjadi kekuatan ekonomi lokal (pedesaan)
Pelaku usaha budidaya rumput laut terdiri dari hampir seluruh anggota keluarga petani, juga terdapat pengumpul kecil dan pengumpul besar yang mungkin berasal dari desa tersebut. Sebagian besar dari pendapatan petani tersebut akan beredar di masyarakat pesisir sehingga menjadi kekuatan ekonomi lokal (pedesaan) dan sosial. Dengan demikian pengembangan usaha budidaya rumput laut memiliki dampak berganda yang signifikan.
Kegiatan produksi usaha budidaya rumput laut bisa berlangsung secara terus menerus dan setiap hari, sehingga proses jual beli juga bisa berlangsung secara demikian. Dengan demikian penerimaan (income) dari usaha budidaya rumput laut bisa berlangsung secara terus menerus dan setiap hari.
Pengembangan usaha budidaya rumput laut juga bisa memberi kesempatan dan peluang untuk mendapatkan pendapatan bagi masyarakat marginal seperti wanita dan orang lanjut usia (lansia). Hal ini disebabkan oleh sifat pekerjaan pada budidaya rumput laut: mudah dan ringan.
Pelaku usaha budidaya rumput laut umumnya didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Pengembangan usaha budidaya rumput laut bisa langsung menyentuh masyarakat umum (kebanyakan) secara masal.
Budidaya rumput laut bersifat memanen energi matahari melalui aktifitas fotosistensis. Kegiatan dengan sifat demikian umumnya ramah lingkungan, dan pelaku usaha budidaya ini biasanya juga menyadari pentingnya upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.