
Suara gemuruh gendang tradisional Bali berkejaran perlahan berangsur cepat. Angka hitungan mundur dilayar display berganti detik demi detik mulai hitungan 9 menuju angka 0. Sementara mata para petani rumput laut peserta pertemuan dan partisipan lainnya yang memadati ruang aula Werdhapura – Sanur memandang tak berkedip kearah layar display bergantian kearah gong besar dipojok depan ruangan yang dihadapi oleh Pak Bruce Wise (PM Agribussines Linkages) sambil mengayun-ayunkan pemukul gong. Dan GONG ! berbunyi tepat dihitungan angka 0 di iringi gemuruh tepuk tangan seluruh peserta pertanda peresmian JaSuDa.Net yang merupakan media informasi dan komunikasi Internet petani rumput laut Indonesia yang dapat diakses melalui www.jasuda.net.
Pertemuan hari pertama tanggal Kamis, 5 Mei 2005 ini, yang pada hari ini juga merupakan launching website JaSuDa, peserta dijejali informasi dan materi acara yang padat mulai dari pemutaran film dokumentasi Seaplantnet yang merupakan hasil dokumentasi kegiatan dan permasalahan petani rumput laut, penjelasan media informasi dan komunikasi Jasuda.net, serta materi-materi bahan diskusi partisipatif petani rumput laut berupa ; Prospek dan tantangan usaha rumput laut, akses ke sumber permodalan, teknologi informasi, program-program SeaPlantNet, serta beberapa selingan materi motivasi dari sesepuh rumput laut Indonesia, Pak Haryadi yang sejak tahun 1978 mengembangkan dan memotivasi pengembangan usaha rumput laut di Bali dan beberapa tempat di Indonesia.
Pada siang hingga sore harinya, peserta pertemuan membagi diri kedalam kelompok-kelompok diskusi partisipatif yang dipandu oleh fasilitator dari berbagai kalangan stakeholders yang ikut berperan dalam kegiatan ini, seperti dari BRF, WWF, CCIF, Ngo lokal dan undangan, dan fasilitator dari IFC-PENSA sendiri. Peserta mendiskusikan dan merumuskan berbagai hal seputar permasalahan dan analisa kebutuhan petani serta usaha rumput laut Indonesia, mendikusikan format dan input kebutuhan mereka akan pengetahuan dan informasi yang seharusnya ada di Jasuda.net, serta tukar pengalaman dari hasil pembelajaran usaha rumput laut di daerah asal masing-masing petani rumput laut. Beberapa kelompok sibuk menelusuri internet pada website Jasuda untuk menilai dan mengakses informasi didalamnya untuk kemudian memberi masukan-masukan konstruktif dan kondusif untuk pengembangan website Jasuda.net kedepan. Hasil-hasil diskusi kelompok ini kemudian dimantapkan dalam presentasi dan diskusi formal pada hari kedua pertemuan keesokan harinya. (iv)