
Mus B. Wala, 21 tahun, hanya berhasil menamatkan pendidikan Sekolah Dasar, karena persoalan pekerjaan Sekolah Menengah Pertama dia tinggalkan. Mus menjadi petani rumput laut sejak tahun 2000, waktu itu dia masih berumur 14 tahun dan ikut membantu orangtuanya. Mereka tinggal di Ileape, Lembata, NTT dan lokasi penanamannya di desa Palilolon. Dia belajar tentang menanam rumput laut dari informasi yang diberikan oleh LSM CARE, dimana lembaga ini yang menfasilatasi beberapa petani rumput laut yang ada di Palilolon berupa peralatan dan bibit rumput laut. Dengan pengetahuan ini dia mulai menanam rumput laut bersama dengan kedua orang tuanya. Pertengahan usaha rumput lautnya berjalan, Mus pernah meninggalkan daerahnya merantau ke negeri orang untuk bekerja dan harus meninggalkan bangku sekolah hingga akhirnya bertekad kembali ke kampung halamannya untuk menjadi petani rumput laut. Dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, Mus lebih menyukai menjadi petani rumput laut karena tidak ada batasan waktu dan dilakukan sesuai keinginan.
Mus menanam rumput laut jenis Euchema cottonii, awalnya dengan memiliki 30 tali bentang yang panjangnya 50 m dan luas area penanaman 10 x 50 m. Dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari Mus dibantu oleh orang tuanya dan anggota keluarga lainnya yang juga berprofesi sebagai petani rumput laut. Sehingga dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari, mulai dari pembibitan hingga pengeringan, Mus tidak perlu mengeluarkan biaya. Saling kerjasama dan gotong-royong masih melekat kuat di daerah ini.
Sekarang ini Mus memiliki 72 tali bentang pada lima lokasi penanaman dengan luas yang berbeda-beda yaitu 10 x 50 m, 3 x 50 m, 4 x 20 depa, 5 x 20 depa, dan 20 x 20 depa. Panjang tali bentang yang digunakan yaitu 50 m dan 20 depa. Rata-rata rumput laut kering yang dihasilkan setiap bulan 1 – 2 ton. Dengan jumlah tali bentang yang dimilkinya, Mus bekerja 2 - 4 jam setiap hari selama seminggu.
Untuk penanaman rumput laut, Mus menggunakan metode tanam dasar. Jumlah bibit rumput laut yang ditanam untuk panjang tali 50 m menggunakan 200 gr dan untuk panjang tali 20 depa menggunakan 100 – 150 gr, jarak ikatan 25 cm, panjang jarak antara tali bentang 50 cm. Pada saat panen mampu diperoleh rata-rata berat rumput laut untuk panjang tali 50 m adalah 50 kg dan untuk panjang tali 20 depa adalah 30 – 40 kg. Pada awal usahanya, Mus mendapat bantuan dari LSM CARE berupa peralatan dan bibit rumput, Mus dan keluarganya hanya menyiapkan lahan dan tenaga saja. Jika bantuan tersebut dinilai dengan uang sekitar Rp 1 juta. Saat ini biaya untuk melakukan kegiatan secara signifikan meningkat, hampir sama nilainya jika dibandingkan dengan waktu pertama kali Mus memulai usahanya. Sekarang biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp. 3 juta dengan ukuran yang sama.
Mus menggambarkan bahwa cuaca yang baik untuk memananm rumput laut dilokasinya adalah bulan Nopember sampai Juni. Selama bulan-bulan ini bisa menghasilkan rumput laut kering 2 ton/bulan dan pada musim jelek hanya sekitar 100 kg. Untuk menanam rumput laut tergantung pada cuaca, jika cuaca jelek jumlah tali yang dipakai dikurangi hingga 30 tali dan pada musim baik 72 tali.
Berdasarkan pengamatannya, pada cuaca buruk biasanya akan terjadi pertumbuhan rumput laut yang tidak normal dan sangat merugikan petani. Penyebabnya adalah ice-ice, lumut, bulu babi, dan ikan-ikan. Masalah lumut bisa dibatasi dengan hanya dibersihkan saja, ice-ice diatasi dengan melakukan panen paksa lebih awal (belum sampai umur panen), bulu babi menyerang rumput laut muda dan pada masa pembibitan, dapat diatasi dengan cara menghancurkannya, ikan juga menyerang pada rumput laut muda dan pada masa pembibitan, diatasi dengan menangkap atau dbiarkan saja. Jika menemui kesulitan dalam hal rumput laut, Mus bertanya dan bertukar pikiran dengan petani di daerah tersebut.
Pemanenan rumput laut dilakukan pada umur 45 – 60 hari. Adanya jarak waktu tersebut karena lokasi tanam yang banyak jumlahnya, sehingga dalam 1 bulan dapat dilakukan 2 – 3 kali panen. Pemanenan dilakukan bertahap sesuai dengan usia panen. Mus menggunakan metode pemanenan rumput laut yang biasa dilakukan oleh petani pada umumnya yaitu metode purus (purut : bahasa Lembata). Metode pengeringan rumput laut yang digunakan yaitu para-para. Jika cuaca cerah, waktu yang diperlukan untuk mengeringkan rumput laut 2 - 3 hari dan jika cuaca mendung (musim hujan) waktu diperlukan 7 - 8 hari. Rumput laut kering disimpan selama 1 minggu di rumah sebelum dijual.
Mus menjual rumput lautnya ke pedagang pengumpul yang berbeda-beda dan tanpa memperhatikan kualitasnya. Mus menjual rumput lautnya berdasarkan penawaran harga dari pedagang. Harga rumput laut yang ditawarkan oleh pedagang pengumpul adalah Rp 4000 – 5000. Pedagang yang datang langsung menimbang rumput laut mereka dan menyimpan di rumah masing-masing petani. Rumput laut akan diangkut oleh pedagang setelah jumlahnya banyak.