
Desa Palilolon, Lembata, NTT adalah sebuah daerah yang rata-rata penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani rumput laut dan nelayan. Di lokasi tersebut seorang petani bernama Ayub memulai usahanya menjadi petani rumput laut satu tahun yang lalu tepatnya bulan Nopember 2006. Pria kelahiran tahun 1964 ini adalah tamatan Sekolah Pendidikan Guru Agama (SPGA) dan bekerja sebagai guru agama pada salah satu sekolah di daerahnya. Informasi tentang cara bertanam rumput laut diperoleh dari petani rumput laut yang lebih dulu menanam rumput laut di daerahnya (Palilolon). Ayub melihat bahwa rata-rata petani rumput laut di daerahnya cukup berhasil. Hal inilah yang mendorong Ayub untuk memulai menanam rumput laut. Sebelumnya Ayub juga pernah merantau untuk mencari pekerjaan di negeri orang dan akhirnya kembali ke daerahnya menjadi guru agama.
Ayub memulai usahanya dengan menggunakan modal sendiri. Jumlah biaya yang dia gunakan pada saat itu sekitar Rp 2 juta. Karena dunia rumput laut baru 6 bulan ditekuni sehingga tidak ada perbedaan biaya pada saat pertama memulai dan sekarang ini. Bertani rumput laut dijadikan sebagai mata pencarian utama yang ditekuni bersama keluarganya. Dalam melakukan pekerjaannya setiap hari Ayub dibantu oleh istri dan 2 orang anak. Mereka bekerja rata-rata 2 - 4 jam setiap hari selama seminggu. Untuk menambah pengetahuannya tentang rumput laut, Ayub sering bertanya dan menggali informasi dari petani-petani yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Tidak jarang Ayub juga menggali informasi dari petani lain di luar NTT.
Awalnya Ayub sudah memiliki 45 tali bentang dengan luas area 40 x 40 m pada empat area penanaman yang berbeda. Hasil panen pada bulan pertama sekitar 130 kg rumput laut kering dan sebagaian lagi rumput laut basah dijadikan bibit, Ayub menyediakan lahan tersendiri untuk pembibitan. Setelah 6 bulan menjadi petani rumput laut, Ayub menambah tali bentangnya menjadi memiliki 78, dengan panjang tali 20 m.
Jenis rumput laut yang ditanam Ayub adalah Euchema cottonii dengan penanaman metode tanam dasar (tali pancang/patok). Jumlah bibit rumput laut yang digunakan untuk satu tali bentang adalah 150 gr, jarak antar ikatan 15 cm, panjang tali bentang 20 m dan jarak antar tali bentang 30 - 50 cm.
Ayub mempunyai lokasi penanaman yang cukup dekat dari tempat tinggalnya dengan alasan lokasinya bagus untuk rumput laut dan keterbatasan lokasi. Ayub menanam rumput laut dengan melihat cuaca yang baik. Cuaca yang baik untuk mulai menanam adalah bulan Nopember sampai bulan Juni. Selama bulan-bulan ini bisa menghasilkan rumput laut kering dalam satu bulan rata-rata 500 kg dan sisanya lagi dijadikan bibit rumput laut. Cuaca buruk terjadi pada bulan Juli sampai bulan Oktober. Selama bulan-bulan ini hanya bisa menghasilkan rumput laut kering dalam satu bulan rata-rata 120 kg. Pada musim baik jumlah tali bentang yang dipakai 78 dan musim jelek hanya 70.
Berdasarkan pengamatannya, pada cuaca buruk biasanya akan menyebabkan pertumbuhan rumput laut yang tidak normal. Penyebabnya adalah ice-ice, lumut dan bulu babi. Masalah ice-ice banyak terjadi pada bulan Desember. Pada musim ini, Ayub memisahkan rumput laut yang terkena penyakit dan yang masih sehat. Rumput laut yang masih sehat dipindahkan ke lokasi yang baru agar masih bisa dipanen sesuai dengan umur panen 45 – 60 hari, sedangkan yang sudah terkena penyakit (ice-ice) dilakukan panen paksa. Masalah lumut dan bulu babi terjadi sepanjang musim, dapat diatasi dengan membersihkan lumut dan menghancurkan bulu babi yang menyerang rumput laut. Untuk informasi rumput laut dan masalah lainnya Ayub meminta bantuan kepada Seaplant.net sebagai fasilitator yang sudah ada di Maumere.
Dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari dilakukan bersama keluarga. Kecuali untuk mengikat bibit rumput laut pada tali bentang, Ayub menyewa orang dengan biaya Rp 2000/bentang.
Pemanenan rumput laut dilakukan pada umur 45 – 60 hari dan bertahap sesuai dengan usia dan area panen. Untuk mengeringkan rumput lautnya, Ayub menggunakan metode jemur para-para. Jika cuaca cerah, waktu yang diperlukan hanya 2 - 3 hari dan pada cuaca mendung memerlukan waktu 7 – 8 hari. Rumput laut kering disimpan selama 1 minggu sebelum dijual atau jumlahnya yang terkumpul sudah banyak dan siap untuk dijual. Ayub menjual rumput laut keringnya ke pedagang yang bebeda sesuai dengan tawaran harga yang diberikan. Tawaran tertinggi pernah diberikan oleh pedagang hingga Rp 6.000/kg. Pedagang pengumpul mendatangi rumah petani untuk membeli rumput laut mereka dan diangkut setelah jumlah rumput laut yang terkumpul sudah banyak.