
Ali Sili bertempat tinggal di Lembata, desa Palilolon, Flores, NTT. Pria yang berhasil menamatkan sekolah hingga Sekolah Menengah Atas ini memulai menanam rumput laut pada tahun 2001. Dia mengetahui cara menanam rumput laut dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) di daerahnya. Biaya atau modal awal pribadi yang dikeluarkan saat itu sekitar Rp. 1.427.500 dan bila dikondisikan sekarang sekitar Rp. 1.720.000 dengan peralatan yang sama. Ali yang berusia 40 tahun ini menanam rumput laut pada cuaca baik maupun jelek dengan jumlah yang sama. Bila mendapatkan masalah dengan rumput lautnya, maka dia bertanya kepada sesama petani, Dinas kelautan dan Perikanan, IFC-Pensa, LSM CARE dan PLAN. Awalnya Ali hanya memiliki 20 bentang dan sekarang dia sudah memiliki 40 bentang. Dia mampu menghasilkan 1 ton/bulan rumput laut kering.
Ali menanam rumput laut jenis Euchema cottonii dengan metode long-line (tali bentang) dengan berat bibit 200 gram, jarak ikat 15 cm, panjang tali bentang 50 meter dan jarak antara tali bentang 3 m serta menggunakan pelampung atau botol plastik. Tempat budidaya rumput laut dekat dari tempat tinggalnya, karena lokasinya aman dan bagus untuk pertumbuhan rumput laut. Jika cuaca buruk produksi rumput laut menurun hingga produksi hanya 200 kg rumput laut kering. Ini terjadi pada bulan Juni - Agustus. Sedangkan Bulan September – Mei adalah waktu yang baik untuk menanam rumput laut, bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. Ali menghabiskan waktu 6 jam / hari selama 1 minggu.
Sehari-sehari Ali menanam dan memelihara rumput lautnya bersama dengan istrinya. Istrinya yang mengikat bibit dan memasangnya pada tali dengan mengaplikasikan TLC (sentuhan kasih sayang). Sedangkan Ali yang melakukan pemanenan rumput laut, selama pemanenan (membersihan dari benda-benda asing, dari tanaman lain dan kotoran), melepaskan tali pada rakit, sorting, penjemuran dan pengepakan untuk dijual. Dia pula mengangkut rumput laut segar dari perahu ke tempat pengeringan.
Berdasarkan pengamatannya, pada cuaca buruk biasanya akan menyebabkan pertumbuhan rumput laut yang tidak normal seperti adanya Ice-ice, rumput liar (gulma) dan ikan. Ice-ice terjadi pada bulan Juni – Agustus, diatasi dengan panen paksa dan memotong bagian yang terkena ice-ice lalu dikeringkan, jika sangat parah maka dipanen semua. Gulma, diatasi dengan membersihkan rumput laut dari gulma/tanaman pengganggu. Ikan, dikonsumsi bila memungkinkan, bila tidak dibiarkan/dibuang saja.
Umur panen 45 – 60 hari dan dikeringkan dengan menggunakan para-para, biasanya 3 - 4 hari. Rumput laut kering dijual setiap 1 bulan pada pengumpul/tengkulak yang sama dengan melihat kejujuran dari pembeli. Pengumpul tersebut membelinya dengan mendatangi rumahnya atau di gudang.