
NUNUKAN – Harga rumput laut di Nunukan mengalami penurunan. Saat ini harganya sekitar Rp 18.000 per kilogram (kg). Padahal akhir bulan lalu harga rumput laut membuat para petani semringah, karena melambung hingga Rp 21.500 per kg.
Sejumlah pembudidaya rumput laut di Nunukan pun mengeluhkan turunnya harga jual rumpu laut sepekan belakangan ini.
Kamaruddin, salah seorang petani rumput laut Nunukan mengatakan, turunnya harga jual rumput laut disebabkan terjadi kelembapan saat akan dikiirim ke Makassar, Surabaya dan Jakarta.
“Saat ini harga rumput laut kering di Desa Tanjung harapan sekitar Rp 18.000 kg. Penurunan ini terjadi karena lembabnya rumput laut yang dikirim. Ada penurunan Rp 3.500. Untuk mendapat hasil yang bagus, kami harus menurunkan kadar air rumput laut agar lebih baik,” kata Kamaruddin kepada benuanta.co.id, Sabtu 20 April 2019.
Selain itu, diharapkan peran pemerintah terhadap petani rumput laut yang ada di Nunukan. Dengan memfasilitasi untuk duduk bersama antara pembudidaya dan pembeli yang ada di lapangan, baik itu dari pengepul maupun yang mengirim keluar daerah.
Hal ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait proses produksi rumput, agar tidak terjadi kelembapan terhadap rumput saat akan di kirim.
“Kalau harga turun, pembeli punya alasan karena lembab. Selain itu katanya kadar air terlalu tinggi. Padahal pembeli sendiri yang mau terima barang tersebut,” jelasnya.